Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘tuhan’

Di hari minggu yang cerah namun panas ini, saya mencoba mencari aktivitas selayaknya manusia kost yang sedang libur, dan saya memutuskan akan mengisi waktu ini dengan kembali mencoreti blog saya yang sudah lama dipenuhi oleh sarang laba2.

Selama 2-3 bulan ini, kegiatan saya semakin bertambah dan Puji Tuhan kegiatan itu saya isi dengan hal positip, bukan bertambah lama tidur maupun bertambah lama di depan TV sambil nonton Esmeralda, Fernando, atau Nikita Willy.

Dari beberapa kegiatan positip itu, saya kembali mendapatkan bebeberapa pelajaran baru mengenai pelayanan. dan disini saya mau share mengenai apa yang saya dapatkan.

Sebelumnya, mari kita lihat perbedaan antara pekerjaan dan pelayanan (saya ambil dari  beberapa artikel)

Pekerjaan Pelayanan
Tujuannya : nafkah, diri sendiri Tujuannya : kemuliaan Tuhan
Keluar karena ada yang mengkritik Terus bekerja meski dikritik habis2an
Berhenti karena ga ada yang berterimakasih Tetap bekerja walau tidak dikenal
Dilakukan selama ada waktu luang Dilakukan meskipun mengganggu aktivitas

Saya memulai pelayanan sejak SMP di komisi remaja GKI Pajajaran. Namun seringkali saya salah dalam melayani. Saya sering jenuh, mengeluh, ga serius, melakukan untuk diri sendiri, atau melakukannya pada waktu saya seneng aja dan jika itu memang hal yang menyenangkan bagi saya.

Untungnya, beberapa orang terus dipakai Tuhan untuk menjadi teladan dalam melayani dan hal ini menohok saya (menohok itu semacam menusuk dengan benda tumpul).

Dan akhirnya,  beranjak dewasa mulailah saya berfikir, kenapa mereka bisa benar2 setia dan kenapa saya sering salah dalam melayani? Jika dipikir2 adalah karena saya sendiri BELUM BENAR-BENAR MENGERTI mengapa saya melayani dan kenapa saya HARUS melayani.

Dan Tuhan terus mengajari saya tentang hal ini. Mulai dari Camp Pemuda 2008 (“ngapain loe hidup?”) disana saya diingatkan bahwa tujuan umum hidup kita adalah menyenangkan hati Tuhan . baca cerita saya di sini

Dari camp ini saya mulai berusaha untuk mengingat tujuan awal saya hidup dan berusaha terus buat menjalankannya.  Lalu, apa hubungannya menyenangkan hati Tuhan dengan melayani? Apakah harus melayani untuk menyenangkan hati Tuhan? Jawabannya adalah YA!

Jika kita melihat perbedaan pekerjaan dan pelayanan, maka sungguh jelas bahwa tujuan dari bekerja adalah menyenangkan diri sendiri sedangkan tujuan dari pelayanan adalah menyenangkan hati Tuhan. Apakah tidak boleh menyenangkan diri sendiri? Tentu boleh! Tetapi perlu diingat bahwa itu bukan tujuan utamanya. Bahkan ketika saya melayani bersama teman-teman, hidup saya menjadi lebih bermakna dan hal2 menyenangkan terus saya peroleh.

Namun, mengapa kadang kita tidak mau melayani? Beberapa alasan yang sering saya dengar adalah:  “Saya merasa gak layak untuk melayani.”, “Saya tidak mampu melayani”, “Wah, saya ada acara, sibuk.” dan alasan-alasan lainnya.  Padahal jika mau jujur, seringkali hal itu sebagai tameng bagi diri kita untuk tidak mau melayani dan terus mencari kesenangan bagi diri kita sendiri. Main games, tidur di rumah, dan sibuk dengan urusan kita sendiri.

Seorang pendeta pernah berkata: coba kalo kita minta Tuhan sesuatu trus Tuhan jawab: “nanti ya, lagi ga mood nih”, atau “ah, kenapa Saya harus melakukannya?”

Bagaimana jika Tuhan menjawab begitu? Tapi Tuhan tuh sungguh baik, Dia sediakan segala yang terbaik buat kita pada waktuNya. Bahkan hidupnya diberi buat kita, untuk menyelamatkan kita. Oleh sebab itu jelaslah bahwa kodrat manusia adalah sebagai HAMBA bagi Tuhan, Pencipta kita.

Kita semua sama di mata Tuhan. Baik kita yang kaya, atau miskin, punya jabatan atau sebagai bawahan, tua atau muda, siapa sih kita? Kita semua sama. Kita adalah HAMBA yang harus melayani.

Memang melayani tidak hanya di Gereja. Kita bisa melayani dalam pekerjaan sebagai karyawan yang peduli dengan orang lain, sebagai bos yang mengasihi bawahannya, sebagai anak yang sayang dengan keluarganya, sebagai warga yang melayani kaum marginal,dll. Bagaimanapun bentuknya,itu semua kembali lagi ke dalam bagaimana motivasi kita dalam melayani.

Namun, bagi saya Gereja tidak pernah lepas dari aspek penting yang mendukung saya untuk terus belajar melayani. Oleh sebab itu, sebagai orang Kristen alangkah indahnya jika kita semua mau belajar dan melayani sebagai pelayan di Rumah Tuhan alias di gereja. Gereja membutuhkan orang yang mau melayani. Baik sebagai pelayan dalam ibadah, pelayan ke orang-orang tua, anak kecil (Sekolah Minggu), remaja atau pelayanan keluar.

Waktu remaja, seorang Kakak Pemuda pernah bilang pada saya: “Kalo kamu gak mau, Tuhan bisa pake batu-batu untuk melayani Dia. Tapi Tuhan pilih kamu loh”.  Sampe saat ini,  perkataan itu masih terngiang dan saya baru menyadari di tahun 2013 ini. Banyak orang di gereja yang bisa dibilang 4L ( Lo Lagi, Lo Lagi). Ketika saya pikirkan lebih dalam, hal ini sebenarnya tidak menjadi ejekan. Namun merekalah yang memang mau dipakai Tuhan, merekalah “batu-batu” yang mau dipakai Tuhan, dengan kesetiaan yang mereka miliki. Lalu jika melihat hal ini, apakah kita diam saja, atau mau dipakai menjadi pelayan Tuhan?

Melayani tidak selalu menyenangkan, dibilang munafik, sok suci, sok rohani, dan lain-lain, tentunya sering didengar, tetapi biarlah itu tidak menjadi beban ketika memang pelayanan yang kita lakukan itu murni sebuah pelayanan. Jika kita sungguh-sungguh melayani maka yang terbaik akan kita berikan. Juga tidak menjadi batu sandungan bagi pekerjaan ataupun orang lain diluar sana.

Melayani itu tidak mudah.

Jadi, mari kita belajar terus dalam melayani karena kita semua adalah HAMBA yang HARUS melayani.

Read Full Post »