Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘masalah’

Malam ini saya menghadiri sebuah acara seminar tentang mengelola (mengantisipasi) stress yang dibawakan oleh ibu Frieda Mangunsong, guru besar yang menjadi dosen psikologi di Universitas Indonesia. Pada seminar ini saya bersyukur sekali karena menyadari banyak perubahan positif dalam diri saya. :D

Jadi begini saudara-saudara yang terkasih *peyuk satu2.. * :p

Saya terlahir di sebuah keluarga sebagai anak cewe yang dikasihi sekali oleh orang tua saya. Orang tua tentunya ingin agar anak cewe satu-satunya yang cantik ini *halahh* jadi anak yang bisa melakukan banyak hal yang saya suka, ataupun terlihat ada bakat sehingga disuruhnyalah saya ikut kegiatan dan les.

Les pertama yang saya ikuti adalah les renang (TK kecil sampe TK B kayaknya), dilanjutkan dengan les electone(kelas 3 SD), basket(kelas 3SD), badminton(kelas 3SD), tae kwon do (kelas 6 SD) dan sepertinya cukup sampai disitu.

Namun saudara, sayang sekali saya itu bosenan (bahasa jawa dari cepat bosen). Padahal guru les saya itu merasa saya bisa. Namun (sekali lagi) sangat disayangkan setiap kali les renang (jaman itu, ikut prestasi) disuruh lomba ogah (dingin cui), males cape latihan bolak balik bisa sampe 40x (lebih kayaknya) dan lain lain, akhirnya ga mau lagi ikut les renang. Demikian halnya dengan les electone. Ketika saya disuruh ikutan konser saya ga mau. Takutlah, malulah, dan intinya adalah m.a.l.e.s. latian , ga mau susah. Akhirnya saya berhenti les. Badminton juga begitu. T____T (sedih banget nggak sehh??). Untung basket masih diteruskan. Dan itupun kebanyakan grogi dan ga pede waktu main.

Jadi sampe disini, ada 4 hal yang menjadi sifat buruk saya:

  1. Cepat lari dari masalah.
  2. males latian.
  3. BosEnan. (Temennya deketnya Bos saya).
  4. Kurang PeDe ama diri sendiri.
  5. Tambah 1 lagi yaitu: cepat puas.
  6. Cukup, jangan nambah lagi.. sedih kalo terlalu banyak keburukan.

Dan akhirnya setelah SMA, barulah saya menyadari bahwa saya cupu dalam hal ini dan itu. Bisa sih bisa. Tapi cupu. Ga expert gitu *nunduk di pojokan*.  Tapi, terlambat sudah kau datang padaku..pam pam pam.. nasi sudah menjadi bubur dan Malin Kundang sudah menjadi batu. Saya tidak bisa kembali lagi ke SD dimana banyak kesempatan yang seharusnya bisa saya kembangkan disana. Sedihh ouooo sedih hatiku..  itu semua karena apa??? Karena sifat buruk pertama yaitu: saya mudah lari dari masalah.

Begitu ada satu hal yang sulit maka saya akan stop.

Kemudian *jangan bosen baca cerita saya*, waktu saya kuliah, mungkin saya sudah lebih memikirkan masa depan dan uang orangtua yang dengan kerja kerasnya membiayai saya, sehingga saya punya 3 target yaitu:

  1. IP boleh turun dari semester sebelumnya, tetapi IPK harus naik.
  2. Lulus 4 tahun.
  3. Punya suatu prestasi di kuliah.

Saya menghadapi semester 1-7 dengan lancar. Puji Tuhan terget 1 done.. TETAaaaPiiii.. *dramatis sound* semester 8 saya dihadang oleh sebuah tembok yang tingginya mungkin 2 meter 1 jengkal diatas tinggi badan saya. How come, saudara?

Kalian pasti pernah mendengar hantu kuliah dengan nama skripsi! BENAR! skripsilah yang menjadi momok saya waktu itu. Kenapa semester 1-7 lancar? Karena mau tak mau 1 mata kuliah pasti berakhir 1 semester. Sehingga akan selesai dengan lancar.. XD

Namun tidak demikian halnya dengan hantu skripsi..  hantu skripsi akan menghantui kita sampai kapanpun. Sampai dosen mengapprove bab 1-5 dan berhadapan “one to four”(Dosennya 4, kitanya 1) dengan hantu itu (jangan lupa pake baju putih dan rok hitam) kemudian mendapat surat LULUS,barulah kita dinyatakan sebagai Pembasmi Siluman.

[lihat target2!] Waktu itu tekanan menghadang ketika target lulus 4 tahun sudah di depan mata.. TIDAKKK Saya harus lulus 4 tahun. Tetapi saat itu saya bahkan tidak tahu bagaimana saya melakukan penelitian, apa yang harus saya teliti dari skripsi ini. Namun berhubung saya punya target nomor 2 itulah, dengan sebuah ketidak pastian, saya tetap mencari dan konsul dengan dosen saya.  Akhirnya waktu tinggal 2 minggu sampai batas pengumpulan skripsi dan saya masih di bab 3.

Melihat hal ini, saya merasa tidak mungkin menyelesaikan bab 4 dalam waktu 2 minggu. Akhirnya seperti biasa, saya stop lagi. Nanti saja semester berikutnya. Target lulus 4 tahun (wisuda juli) diganti dengan Ikut wisuda Oktober. *target 2: FAILED*

Kemudian libur tlah tiba. Hore hore hore… skripsi menjamur karena dicuekin, dan berubah menjadi panu kadas kurap. Tetapi saya tetap ceria dengan liburan saya. #Lalalala.. Dan akhirnya agustus tanggal 13 munculah pengumuman bahwa yang mau wisuda oktober harus mengumpulkan berkas paling lambat tanggal 30 Agustus. JEGERRR.. Dengan menelan ludah saya menghitung hari. Artinya tinggal 2minggu lagi. Kondisi yang sama seperti bulan Juli. Namun kali ini mau ga mau saya harus berusaha. Katakan tidak pada menyerah!

— tanggal 16s/d 29 Agustus : Jangan berisik saya sedang usaha —

— 2 minggu kemudian —

TARAAAaaa… *cringg*  Akhirnya bab 4 dan 5 serta pertanyaan2 yang selama ini belum terjawab akhirnya terjawab sudah. J Mungkin seandainya saya tidak menyerah waktu itu, saya bisa memenuhi target kedua dengan baik.

Dari sinilah saya belajar lebih lagi mengenai berusaha dan tidak lari dari masalah. Jujur saja, ketekunan menjadi sesuatu yang sulit bagi saya. Termasuk ketika saya lulus dan bekerja di Jakarta. Di tengah stress yang saya alami, saya kembali menemui titik ingin lari, waktu itu. Saya sudah memberontak dan ga mau berada di zona tidak nyaman saya. Saya kepingin untuk stop lalu menikmati hal yang menyenangkan saja. Tapi Puji Tuhan, Dia tau bagaimana cara mengajari saya. Dengan segala kondisi yang ada, saya ‘diikat’ sehingga tidak dapat lari lagi.

Perjalanan pekerjaanpun saya lalui, kesulitan datang dan pergi, tidak ada ide, lelah kerja malam, macet, polusi jakarta dan lain-lain. Tetapi hal ini membentuk saya dan justru itu menyadarkan saya. Seolah-olah ini yang dia katakan :

“Hei, Na! Kamu masih hidup saat ini dan  bisa melewati semua yang sulit! Ingat waktu dulu kau mengalahkan hantu skripsi! Kamu bisa kan? Sekarang kau lebih hebat pastinya. Hal yang dahulu sulit sekarang jadi mudah.” (Nana, 2013)

Memang kesulitan itu ada. Kau gak sendiri kok. Semua orang punya kesulitan, hanya berbeda saja jenisnya. Kau tidak akan menjadi hebat jika tidak pernah menjalani ujian. Bagaimana kita melewati tekanan itu tergantung dari bagaimana kita menghadapinya bukan?

Teman yang duduknya dekat saya di kantor pasti tahu saya suka nyanyi2, humming ga jelas (bahkan bos pernah bilang: “nanti ta rekam lo.” T_T), doyan liat HP, chatting, googling,  liat berita, makan, denger musik :p sepertinya itu tabu ya dikerjaan? Tapi gimana ya? Selama ini, diantara sela-sela pencarian hiburan, bakal muncul ide untuk menyelesaikan kebuntuan saya. :p

Intinya: ketika menemui kesulitan JANGAN DIAM atau LARI!

Solusi bakal ada! Tergantung bagaimana kita. Mau lari, diam? atau berserah, mencari jalan keluar lalu naik level? Jangan lari! Jangan takut, ada Tuhan beserta. :)

Satu lagu dari saya

*banyangkan saya nyanyi lagu ini untuk anda dan jika berkenan tolong sawernya diisi..XD

Kau slalu punya cara untuk menjagaku snantiasa ada di dalam rencana Mu Tuhan.

Kau slalu punya cara untuk mengubah keburukan agar menjadi hal baik bagiku.

Bila gunung dihadapanku tak juga berpindah, Kau berikanku kekuatan tuk mendakinya.

Kulakukan yang terbaikku, Kau yang selebihnya.

Tuhan selalu punya cara membuatku menang pada akhirnya. :)

Read Full Post »